Lampu Jalan Tenaga Surya

Lampu Jalan Tenaga Surya

Lampu PJU Solar Cell

PJU Solar Cell atau lampu jalan berbasis tenaga surya cukup mudah ditemukan di mana-mana, khususnya daerah dengan kondisi listrik belum memadai. Penerangan ini dimaksudkan untuk memfasilitasi masyarakat dalam kondisi gelap agar merasakan perjalanan yang lebih aman. Selain Pada dasarnya, PJU merupakan hak masyarakat karena telah membayar pajak sebesar keputusan otonom di daerah masing-masing, batasannya tidak lebih dari 10 persen.

Lampu PJU pun sebenarnya memiliki fungsi utama yakni sebagai fasilitas keamanan dan pendorong kemajuan ekonomi. Dalam hal keamanan, ini berkaitan dengan kuat atau tidaknya distribusi cahaya di suatu tempat sehingga layak dilalui oleh masyarakat pada malam hari, baik pejalan kaki maupun pengendara motor. Di sisi lain, ekonomi merujuk pada dukungan kegiatan pengangkutan barang, yang mana adanya PJU dapat mempercepat dan memperlancar proses tersebut.

Jenis Lampu Jalan

Lampu PJU Konvensional

PJU konvensional merujuk pada lampu jalan yang seluruh komponennya terpisah. Mulai dari controller, lampu LCD, baterai VRLA, solar panel, box baterai powder coating, hingga tiang octagonal galvanized. Umumnya, solar panel jenis PJU ini mampu bertahan sampai 25 tahun. Mengusung teknologi LED sebagai energi yang hemat daya, cahayanya terbilang kuat, tinggi, andal, dan dapat hidup hingga 60 jam pemakaian non-stop. Dari segi desain, modelnya pun lumayan artistik walau sederhana.

Keuntungan menggunakan PJU Solar Cell konvensional selain mampu bertahan lama, juga tidak membutuhkan tiang tambahan ketika dipasang. Itu berarti, seluruh komponen telah tersedia dalam satu paket pembelian. Sebenarnya, menghasilkan listrik berbasis tenaga surya bukanlah hal asing di Indonesia, mengingat negara ini termasuk dalam lintas jalur khatulistiwa dengan intensitas cahaya matahari terbilang tinggi.

Apalagi, jenis energi seperti ini bisa dibilang ramah lingkungan, sehingga memang sangat layak dijadikan sebagai alternatif solusi kebutuhan listrik masyarakat, tidak terkecuali dalam penyediaan Penerangan Jalan Umum (PJU).

Lebih lanjut, PJU Solar Cell tipe ini juga dimungkinkan untuk menyimpan listrik ke dalam baterai sehingga bisa tetap menyala meskipun tidak ada akses ke PLN atau sedang tidak ada sinar matahari.

Itulah yang dinamakan dengan sistem off grid atau Lampu PJU Tenaga Surya konvensional. Artinya, kebutuhan listrik untuk menerangi jalan tetap dapat terpenuhi dengan baik meski terjadi pemadaman listrik oleh PLN.

Hanya saja, di pihak lain, PJU Solar Cell konvensional ternyata tidak luput dari kekurangan, di mana tidak mampu memenuhi keperluan beban listrik dengan total karena biayanya cenderung mahal, juga volume baterainya harus tersedia dalam kapasitas besar.

Tidak hanya itu, keberadaannya memerlukan peralatan yang cenderung kompleks dengan biaya tinggi karena memerlukan charge controller, baterai, panel surya, dan inverter. Inverter tersebut harus memiliki sifat bi-directional dengan demikian dapat mengisi daya baterai sekaligus mengambil listriknya agar kemudian dimanfaatkan untuk memenuhi beban.

PJU Solar Cell of grid bekerja dengan mekanisme khusus, di mana pada mulanya panel surya atau solar panel akan menangkap cahaya matahari saat siang hari, lalu mengirimkan energi listrik DC yang bersumber dari regulator. Regulator tersebut ada untuk mengelola pengisian daya baterai nantinya. Kemudian, baterai menerima energi listrik dan menyimpannya dalam bentuk arus DC.

Selanjutnya, inverter yang akan bekerja dengan cara mengubah arus DC yang bersumber dari baterai, sehingga terkonversi ke dalam arus AC. Setelah itu, arus AC akan disalurkan lewat panel distribusi ke seluruh beban yang terhubung.

Dengan mekanisme kerja yang demikian, PJU Solar Cell konvensional akan meniadakan pembayaran listrik ke jaringan PLN sebab memiliki sumber energi sendiri. Kemudian, biasanya terhubung dan terintegrasi dalam satu sistem otomatis, sehingga jika sebuah sistem PJU konvensional mengalami kendala, maka sistem yang lain akan tetap berfungsi normal.

Lebih jauh, pemanfaatan komponen baterai juga mendorong minimnya perawatan setelah instalasi pertama kali Bahkan, jika setiap komponen memanfaatkan produk bermutu, maka itu dapat bertahan dalam jangka waktu lama. Apalagi, untuk lokasi pemasangannya bisa di mana saja tak perlu di kawasan pedalaman. Selama ada sinar matahari, maka akan tetap dapat digunakan dengan sebaik-baiknya.

Hanya saja, sebagaimana telah disinggung sebelumnya, lampu PJU Solar Cell jenis ini memerlukan biaya instalasi awal yang relatif mahal, mengingat jumlah komponennya tidak sedikit. Meski demikian, proses perbaikannya pun jauh lebih sulit dibanding PLTS jenis lain jika sewaktu-waktu terjadi kerusakan. Hal ini disebabkan oleh rumit dan banyaknya komponen yang terintegrasi di dalamnya agar dapat beroperasi secara optimal.

Belum lagi, sifatnya yang relatif terhadap cuaca karena satu-satunya sumber energi adalah sinar matahari dan bukan selainnya. Dengan kata lain, jika terjadi masalah cuaca seperti hujan atau sekadar mendung selama beberapa hari, pengisian baterai tidak dapat dijalankan. Artinya, lampu pun tidak bisa menyala saat malam tiba atau berpotensi padam lebih cepat karena kekurangan sumber energi listrik. Meski sebenarnya, komponen yang terhubung dalam PJU konvensional dirancang tahan air.

Perlu dipahami, umumnya sistem PJU Solar Cell konvensional didesain agar dapat bertahan selama tiga hari tanpa pengisian. Dalam hal ini, walau pengisian tidak optimal akibat masalah cuaca seperti mendung, lampu tetap dapat bersinar selama kurang lebih 12 jam setiap harinya.

Pasalnya, baterai akan diisi pada siang hari untuk kemudian dimanfaatkan ketika malam tiba. Apabila baterai tersebut telah penuh, maka solar charge controller akan secara otomatis membatasi produksi listrik dari panel surya.

Selanjutnya, saat malam hari melalui perantara solar charge controller, baterai akan mengirimkan daya kepada lampu hingga paling lama bisa bertahan sekitar 12 jam per hari. Daya di dalam baterai masih akan tetap ada sampai tiga hari berturut-turut meski tanpa adanya sinar matahari.

Inilah kenapa menggunakan PJU of grid menjadi poin unggul tersendiri, apalagi bagi mereka yang hidup di pedalaman. Artinya, tidak perlu bergantung kebutuhan listrik dari pemerintah karena bisa mengandalkan alam dan teknologi terkini. Selebihnya, semua komponen PJU Solar Cell tinggal dirawat sebaik-baiknya agar umur pemakaiannya jauh lebih lama.

Produk

PJU Solar Cell All in One

PJU Solar Cell all in one memiliki komponen yang terintegritas dalam satu wadah konkret. Mulai dari solar panel, lampu, dan bahkan baterai seluruhnya berada di bawah satu naungan yang disebut rumah lampu. Desain simpel dan ringkas ini terlihat cantik dan cocok digunakan untuk memperindah lingkungan sekitar. Biasanya, sumber daya PJU all in one berasal dari baterai Lithium lifepo4 di mana energinya dapat tersimpan dengan otomatis serta bertahan hingga 50 jam pemakaian non-stop.

Satu unit Lampu PJU Tenaga Surya jenis ini dapat bertahan sampai 12 tahun lamanya tanpa mengalami penurunan kualitas secara signifikan. Keunggulan lainnya, terdapat sensor otomatis di mana dapat mendeteksi cahaya matahari. Dengan begitu, akan menyala saat gelap dan mati ketika matahari bersinar, tanpa perlu dikontrol manual oleh manusia.

Biasanya, PJU all in one juga memanfaatkan sistem PLTS hybrid, di mana sumber listrik berasal dari gabungan tenaga surya dan PLN. Kedua sumber listrik ini akan bekerja bergantian dan saling mendukung satu sama lain, terutama ketika sewaktu-waktu terjadi pemadaman PLN secara mendadak. Dalam PJU Solar Cell jenis ini, sebenarnya sumber listrik utama adalah panel surya yang ditampung ke dalam baterai dan dikonversi sesuai kebutuhan.

Dengan kata lain, jika pemakaian listrik melebihi daya yang tersimpan dalam baterai, maka sumbernya akan beralih pada PLN secara otomatis. Cara kerjanya sebenarnya cukup ringkas, di mana panel surya akan menangkap sinar matahari langsung. Kemudian, sinar tersebut akan dikonversi menjadi arus DC menuju baterai. Dari baterai, oleh inverter akan dikonversi lagi menjadi arus listrik AC yang biasanya dipakai dalam peralatan elektronik harian.

Agar bisa sampai ke berbagai macam peralatan elektronik yang membutuhkan dukungan listrik, maka harus menggunakan bantuan panel distribusi atau MCB. Panel distribusi inilah yang nantinya membantu menyebarkan arus listrik AC ke beban.

Apabila terjadi kelebihan daya dari panel surya, maka inverter akan mengirimkannya ke baterai untuk kemudian disimpan sebagai energi listrik cadangan. Sebaliknya, jika baterai telah penuh dan tidak bisa menampung listrik lagi, maka itu akan disalurkan ke jaringan.

Sementara di lain pihak, jika ternyata panel surya hanya menampung sedikit energi listrik dan kurang dari kebutuhan daya lampu jalan, maka sumber listriknya akan mengandalkan baterai yang sebelumnya telah terisi. Penyebab kurangnya kemampuan panel surya memenuhi kebutuhan listrik ini bisa bermacam-macam, tetapi umumnya akibat kurangnya pancaran sinar matahari pada saat siang, misalnya karena mendung atau hujan.

Selanjutnya, apabila daya baterai tetap tidak mencukupi, maka listrik akan menggunakan bantuan dari jaringan atau PLN. Pada prinsipnya, kedua sumber tersebut akan saling mendukung dan menopang agar PJU all in one dapat berjalan seoptimal mungkin sehingga memudahkan mobilitas pengguna jalan pada di waktu gelap.

Mekanisme kerja yang demikian, menjadi keunggulan tersendiri bagi PJU Solar Cell tipe hybrid karena cadangan energinya jadi relatif lebih banyak, yakni dari PLN dan baterai. Sehingga kejadian seperti lampu jalan tidak berfungsi normal dapat ditekan hingga batas minimal. Selain itu, lampu jalan ini merupakan harapan baik dalam penyedia sumber energi terbarukan.

Dalam artian, karena baterai dihubungkan langsung ke sistem PJU demi menjadi penyimpanan energi listrik, menyebabkan minimnya pemborosan energi dalam kondisi cerah. Listrik akan tersimpan dengan baik saat cuaca sedang cerah, serta berfungsi optimal saat kondisinya redup atau gelap.

Dari segi maintenance, PJU Solar Cell hybrid juga relatif lebih rendah dibandingkan jika menggunakan genset tradisional berbahan bakar solar. Pasalnya, untuk beroperasi, tidak memerlukan bahan bakar khusus, cukup dari konversi listrik dari energi sang surya.

Hal ini memberikan kesempatan masa pemakaian lebih lama dan tidak perlu dirawat secara rutin. Tingkat efisiensinya pun cenderung lebih tinggi di mana tidak ada bahan bakar yang terbuang percuma, sebab baterai dapat menampung energi matahari saat terjadi kelebihan.

Kemudian, inverter sistem PJU Solar Cell hybrid jauh lebih ekonomis dibandingkan sistem lain sebab memanfaatkan inverter baterai berbasis all in one. Artinya, inverter tenaga surya serta inverter baterai digabungkan sekaligus.

Keduanya dipadukan secara tepat di bawah kontrol cerdas, yang dapat membuat lampu jalan menyala otomatis sesuai kondisi cuaca, gelap atau terang. Tidak hanya itu, manajemen beban PJU Solar Cell all in one juga bisa bekerja menyesuaikan beban atau perangkat yang terhubung.

Hanya saja, sebagaimana ada kelebihan, terdapat pula kekurangan dalam pemanfaatan PJU all in one, misalnya biaya instalasi relatif mahal, kemudian usia baterai juga terbatas. Meski perawatannya tidak dilakukan secara rutin, tetapi untuk memasang sistem ini butuh pengetahuan dan keterampilan andal, tidak boleh dilakukan sebarang saja.

Adanya batasan masa pakai baterai tidak dapat dipungkiri juga kurang sepadan dengan biaya instalasi awal yang mahal. Apalagi, jika sering terkena perubahan cuaca yang konsisten, maka masa pakaiannya bisa jadi lebih singkat lagi. Kemudian, untuk ruang pemasangan butuh cakupan relatif besar seiring bertambahnya jumlah perangkat yang akan dihubungkan pada sistem.

Produk

PJU Solar Cell Two in One

PJU Solar Cell two in one memanfaatkan sistem on grid dalam prosesnya, di mana menggunakan solar panel yang bebas emisi sekaligus ramah lingkungan. Namun demikian, sistem ini masih menggabungkan pemanfaatan jaringan PLN sebagaimana all in one. Sumber energi listrik berasal dari panel surya dan perantaranya adalah jaringan PLN. Namun intinya, keduanya dapat dipakai dengan semaksimal mungkin.

Perbedaannya dengan sistem all in one terletak pada wajib ada atau tidaknya baterai. Jika pada sistem all in one memerlukan baterai agar dapat beroperasi secara optimal, maka tidak demikian pada sistem two in one. Dalam sistem PJU Solar Cell two in one, sumber energi listrik utama bukanlah sinar matahari, melainkan gabungan dari arus PLN yang menjadi penghubung atau penyalur.

Pasalnya, jaringan PLN akan menghubungkan arus listrik dari panel surya sekaligus menyalurkannya ke berbagai macam beban sesuai kebutuhan. Dengan kata lain, saat siang hari akan memanfaatkan energi listrik yang tertampung dalam panel surya, sementara malam hari beralih menggunakan jaringan PLN. Inilah yang menjadi pembeda utama antara sistem on grid dan off grid.

Pada waktu bersamaan, PJU Solar Cell two in one menawarkan keuntungan yang tidak dimiliki oleh all in one, misalnya kemudahan dalam hal instalasi, perawatan, serta pemeliharaan. Ini juga dimungkinkan beroperasi secara mandiri. Di satu sisi, usia panel surya dapat bertahan sampai maksimal 25 tahun tanpa mengalami penurunan fungsi yang signifikan.

Pemasangan PJU on grid juga tidak memerlukan peralatan yang banyak karena semuanya sudah terintegrasi dan komplet. Dengan begitu, waktu dan biaya relatif lebih hemat, sekaligus komponennya terbilang praktis di mana model pemasangannya mengadopsi plug and play. Di sini, agar bisa beroperasi dengan baik, juga tidak memerlukan dukungan dari box baterai.

Kemudian, bila memang ingin ditambahkan baterai, maka pengisian dayanya biasanya cenderung cepat hanya memerlukan waktu sekitar 4 jam pada cuaca cerah dan sinar matahari terik. Keamanan lebih terjamin karena setiap komponen terhubung melalui satu wadah. Artinya, jika untuk dimanfaatkan sebagai lampu jalan, PJU Solar Cell ini memiliki nilai estetika yang bagus.

Hanya saja, tidak bisa digunakan pada semua kondisi di mana tidak tersedia dukungan jaringan PLN yang mumpuni. Misalnya, pedalaman di ujung timur Indonesia, tentunya akan sulit menggunakan PJU two in one yang menjadikan PLN sebagai penyalur arus listrik jika tidak tersedia sumbernya langsung di sekitar lokasi tujuan.

Produk

Butuh penawaran kerjasama pengadaan barang atau pengerjaan projek lampu pju ? Segera hubungi tim marketing kami untuk mendapatkan penawaran harga terbaik melalui kontak : 

 

SINAR BERKAT

Tlp/WA : 081290055216

EMAIL  : Official@sinarberkat.co.id